AJI Jakarta: Upah Layak Reporter 2015 Rp 6,5 juta

TEMPO.CO, Jakarta – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta dan Federasi Serikat Pekerja Media Indonesia (FSPMI) mengeluarkan hasil survei ihwal kebutuhan hidup layak untuk jurnalis pemula di Jakarta pada 2015. (Baca: Inilah Upah Layak Jurnalis Versi AJI)

Menurut hitungan AJI dan FSPMI, upah layak untuk reporter yang telah bekerja satu tahun lebih atau setelah diangkat jadi karyawan tetap adalah Rp 6.510.400 per bulan. “Besaran upah tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidup layak para reporter di Jakarta, tahun depan,” kata Ketua AJI Jakarta Umar Idris dalam rilisnya, Selasa, 25 November 2014.

Besaran upah layak ini, menurut Umar, diperoleh dari perhitungan dan analisis terhadap 40 barang dan jasa yang dibutuhkan jurnalis di Ibu Kota. Kebutuhan terbesar adalah makanan, yakni sebesar Rp 2,1 juta. Lalu, kebutuhan penunjang tugas jurnalistik senilai Rp 1,5 juta per dan sisanya kebutuhan tempat tinggal dan sandang.

Menurut Umar, tingkat upah tersebut telah memperhitungkan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubdisi terhadap biaya transportasi yang diperkirakan naik 30 persen. Jumlah upah layak ini meningkat dibanding upah layak reporter pemula pada 2014 yang ditetapkan Rp 5,7 juta. (Baca: AJI: Upah Layak Wartawan Pemula Rp 5,7 Juta)

AJI Jakarta dan FSPMI mengimbau kepada perusahaan media, baik cetak, online, radio, maupun televisi, untuk menjadikan upah layak ini sebagai acuan pengupahan. “Upah layak ini pantas diberikan ke reporter yang masih lajang,” kata Umar.

Selain upah layak, AJI juga mensurvei upah riil 60 perusahaan media di Jakarta. Rata-rata upah reporter di Jakarta sekitar Rp 3 juta. Temuan lainnya, ujar Umar, masih ada sejumlah perusahaan media mengupah jurnalisnya di bawah ketentuan upah minimum Provinsi DKI Jakarta 2015, yakni Rp 2,7 juta.

Ketua FSPMI Abdul Manan mengatakan rendahnya upah ini akan membuat jurnalis rentan terhadap suap atau amplop dari narasumber. “Kondisi ini sangat berbahaya bagi kebebasan pers, karena pers dapat dikendalikan oleh kepentingan narasumber, tidak lagi mengabdi kepada kepentingan publik,” ujarnya.

A. NURHASIM

Berita Terkait
Siapa 18 Inisiator Interpelasi Jokowi Soal BBM?
Voting Time, Jokowi Tekuk Presiden hingga Artis

Jokowi Akui Larang Menteri Rapat Bersama DPR

Operasi Diam-diam Susi Pantau Illegal Fishing

Rapat Pleno Golkar Ricuh Diserbu Massa

Continue reading AJI Jakarta: Upah Layak Reporter 2015 Rp 6,5 juta

DPR Soroti Upah Minim untuk Wartawan

Sumber: Kompas

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi IX DPR menyoroti minimnya upah kerja untuk wartawan. Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi IX DPR dengan sejumlah organisasi wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Ketua Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning menyampaikan, selama ini wartawan sering kali menjadi korban dari pekerjaannya. Selain diupah rendah, tugas pemberitaan juga diintervensi oleh pemilik media tempatnya bekerja.

“Ternyata media massa bukan seperti yang kita bayangkan,” kata Ribka.

Sejalan dengan itu, anggota Komisi I DPR Chusnunia Chalim menyatakan bahwa pihaknya memerlukan data rinci untuk mengetahui kontrak kerja wartawan di setiap perusahaan. Data itu diperlukan untuk landasan memperjuangkan nasib wartawan dari tingkat parlemen.

“Kami butuh data terperinci seperti hubungan kerja antara responden, jumlah konkretnya berapa dan sejak kapan masa bekerjanya, termasuk gaji yang diberikan medianya seberapa besar supaya jadi data yang dapat diperjuangkan,” ujar Chusnunia.

Terkait itu, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Eko Maryadi meminta kepada DPR agar pihaknya dilibatkan dalam penentuan upah layak bersama dewan pengupahan karena selama ini AJI tak pernah terlibat dalam penentuan upah, padahal serikat tenaga kerjanya telah resmi tercatat di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Kalau boleh Komisi IX juga nanti memanggil perusahaan-perusahaan media besar, menengah, dan kecil. Saya mengajak agar teman-teman wartawan itu sadar kalau posisi mereka adalah buruh,” kata Eko.   Continue reading DPR Soroti Upah Minim untuk Wartawan

Yunani Tutup Stasiun TV dan Radio, Rakyat Mogok Kerja

Sumber: Vivanews

Pemerintah terpaksa tutup stasiun ERT karena dianggap boros anggaran

VIVAnew – Serikat pekerja dan seluruh media massa di Yunani berencana menggelar mogok kerja besar-besaran pada Kamis tengah malam waktu setempat. Ini bentuk protes kepada pemerintah, yang menutup stasiun televisi dan radio Hellenic Broadcasting Corporation (ERT) pada Selasa kemarin.

Stasiun berita BBC mengungkapkan seluruh insan media di Yunani berencana  mogok kerja selama 24 jam penuh. Para jurnalis dari berbagai media ikut serta menyerukan protes terbatas. Namun beberapa pekerja di stasiun televisi ERT yang masih bekerja, menolak untuk bergabung.

Menurut mereka tindakan yang diambil pemerintah sangat tidak adil dan mengakibatkan sebanyak 2.655 pekerja terpaksa menganggur. Hal serupa juga dikatakan pemimpin kelompok oposisi Yunani, Alexis Tsipras, yang sebelumnya menjelaskan penutupan media milik pemerintah tersebut sebagai tindakan ilegal.  Continue reading Yunani Tutup Stasiun TV dan Radio, Rakyat Mogok Kerja

AJI Indonesia Jadi Anggota Komite Eksekutif IFJ

Sumber: Tribunnews

Laporan Reporter Tribun Lampung Martin Tobing 

TRIBUNLAMPUNG.co.id – 
Kongres ke-28 Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) di Dublin, Irlandia, 4-7 Juni, memilih 16 anggota Komite Eksekutif (Execom) IFJ. Salah satunya ialah Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Eko Maryadi.

Dalam pemilihan Execom IFJ, Eko meraih 180 suara. Dengan raihan ini, Eko tercatat sebagai anggota Komite Eksekutif IFJ pertama yang mewakili Asia Tenggara. Selain Eko, terpilih juga Abdal Nasser Najjar (PJS, Palestina), Pervez Shaukat (PFUJ, Pakistan), Moaid Allami (IJS, Irak), Sabina Inderjit (IJU, India), Michael Yu (ATJ, Taiwan), dan Chong-Ryul Park (JAK, Korea).

“Masuknya tujuh negara Asia dalam Komite Eksekutif IFJ memunculkan harapan bagi iklim kebebasan pers dan penguatan serikat pekerja media di kawasan Asia,” ujar Eko melalui rilis, Senin (10/6).  Continue reading AJI Indonesia Jadi Anggota Komite Eksekutif IFJ

Wartawan Palembang TV di-PHK sepihak karena kritis

Sumber: Antara

Wartawan Palembang Televisi grup Jawa Pos Novita Candra Taslian Dini (dua kiri) didampingi Aliansi Jurnalis Independen dan LBH Pers memberikan keterangan pers perihal pemutusan hubungan kerja sepihak jurnalis televisi itu di Palembang, Senin (3/6). (Foto Antarasumsel.com/13/Feni Sely/Aw)

(ANTARA Sumsel) – Wartawan Palembang Televisi, Group Jawa Pos, Novita Candra Taslian Dini diputus hubungan kerja atau diberhentikan secara sepihak, karena selama ini kritis terhadap kebijakan manajemen televisi lokal tersebut.

“Saya dipecat tanpa prosedur yang sesuai dengan ketentuan karena tidak ada surat peringatan terlebih dahulu,” kata Novita di dampingi Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang, Darwin Syarkowi, Sabtu.

Menurut dia, telah bekerja di televisi swasta lokal tersebut sejak delapan tahun dan menjadi perintis media elektronik itu.

Selama ini, bekerja secara profesional dan sesuai dengan ketentuan perusahaan.

Ia mengatakan, surat pemecatan disampaikan, Sabtu sore sekitar pukul 18.00 WIB ditandatangani General Manager Palembang TV.  Continue reading Wartawan Palembang TV di-PHK sepihak karena kritis

Wartawan Surabaya Serukan Pembentukan Serikat Pekerja

Sumber: Kompas

Solidaritas Jurnalis Surabaya menyerukan pembentukan serikat pekerja bagi wartawan di masing-masing perusahaannya.

SURABAYA, KOMPAS.com – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Surabaya menggelar aksi damai di Museum Perjuangan Polri Jalan Kartini Surabaya memperingati Hari Pers Internasional, Kamis (3/5/2012).

Dalam aksinya, puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik itu menyerukan kepada seluruh wartawan agar segera membentuk serikat pekerja sebagai wadah formal agar posisi wartawan memiliki posisi tawar di mata hukum saat berinteraksi dengan pengusaha media.

Koordinator Aksi, Yovinus Guntur mengatakan, serikat pekerja juga berfungsi agar wartawan dapat memperoleh hak-hak normatifnya seperti asuransi, tunjangan, cuti haid dan hamil bagi wartawan perempuan. ”Serikat pekerja ini sangat penting, apalagi saat ini banyak perusahaan yang memberlakukan sistem kontributor atau stringer di daerah,” katanya. Continue reading Wartawan Surabaya Serukan Pembentukan Serikat Pekerja

AJI: Aparat Harus Usut Tuntas Pembunuhan Jurnalis

Sumber: VOA

Aliansi Jurnalis Independen Indonesia dan LBH Pers mendesak aparat hukum segera mengusut semua kasus pembunuhan terhadap jurnalis.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Nezar Patria (foto: dok).Dalam memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Mei, AJI Indonesia dan LBH Pers mendesak aparat mengusut semua kasus pembunuhan terhadap jurnalis.

Ketua AJI Nezar Patria yang juga jurnalis Vivanews, mengatakan hingga saat ini banyak kasus pembunuhan wartawan yang tidak diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Ia mencontohkan kasus pembunuhan reporter Sun TV di Tual dan pembunuhan Alfrets Mirulewan di Pulau Kisar Maluku serta kematian misterius wartawan Tabloid Jubi, Adriansyah Matra’is di Merauke, Papua.  Continue reading AJI: Aparat Harus Usut Tuntas Pembunuhan Jurnalis