Tunjangan Guru Swasta Dikurangi

Jakarta, Kompas – Guru-guru non-pegawai negeri sipil di bawah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama di
sejumlah daerah mengeluhkan pembayaran tunjangan profesi guru yang tidak
sesuai dengan Surat Keputusan Inpassing. Padahal, para guru swasta yang
lolos sertifikasi mendapatkan penyetaraan golongan seperti layaknya guru
pegawai negeri sipil.

M Fatah Yasin, Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), Rabu
(22/5), mengatakan, 75.000 guru swasta atau non-pegawai negeri sipil
(PNS) di bawah Kementerian Agama sudah mendapat SK Inpassing. Namun,
pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) tetap dipatok Rp 1,5 juta per
bulan. 

”Padahal, ada guru yang sudah golongan IV A sesuai SK Inpassing.
Seharusnya guru itu dapat tunjangan satu kali gaji setara guru PNS,
sekitar Rp 3 juta. Tetapi kenyataannya mendapat 1,5 juta per bulan,”
jelas Fatah.

Selain itu, guru-guru madrasah swasta mengeluhkan dana bantuan
operasional sekolah (BOS) yang terlambat cair. Padahal, gaji guru swasta
mengandalkan BOS.

”Pembayaran TPG triwulan pertama juga belum diterima guru-guru di
bawah Kementerian Agama,” kata Fatah.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
Sulistiyo mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke Kementerian
Agama. Mereka menyampaikan masalah sertifikasi, pembayaran TPG yang
terlambat dan tidak tepat jumlah, serta pengucuran BOS yang terlambat.

Iwan Hermawan, Sekjen Federasi Guru Independen Indonesia, mengatakan,
para guru swasta di bawah Kemdikbud juga mengeluhkan pembayaran
tunjangan profesi guru yang tidak sesuai golongan. (ELN)

About these ads

Published by

Indah Budiarti

Indah Budiarti, bekerja untuk Public Services International (www.world-psi.org) sebagai Organising and Communication Coordinator untuk kantor Asia dan Pasifik. Dia memegang pekerjaan ini sejak bulan April 2007 sampai sekarang. Dia juga bertanggung jawab untuk kegiatan dan aktifitas pekerja muda bagi anggota organisasi ini di wilayah Asia dan Pasifik. Sebelumnya dia adalah PSI Coordinator for Indonesia mulai bulan September 1999 sampai dengan Maret 2007. Dan beliau juga merangkap sebagai Project Coordinator untuk PSI/SASK/JHL Trade Union Development Project for Indonesia 2005-2007. Dia adalah alumni Program Master Kebijakan Buruh dan Globalisasi di Global Labour University Jerman (2009/2010). Isi tulisan dari blog ini adalah tanggungjawab dia dan bukan merupakan pernyataan atau nilai dari organisasi dimana dia bekerja.

2 thoughts on “Tunjangan Guru Swasta Dikurangi”

  1. dituntut melaksanakan tugas dengan baik tapi haknya tidak diberikan dengan baik….kasian bpk/ibu guru,selamat menikmati janji palsu pemerintah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s