Jaminan Kesehatan – Pekerja Informal Khawatir Tertinggal

Sabtu, 19 Mei 2012

Jakarta, Kompas – Kepesertaan pekerja sektor informal dikhawatirkan terabaikan dalam jaminan kesehatan. Tahun 2014, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang merupakan amanat Sistem Jaminan Sosial Nasional mulai beroperasi dan seluruh warga negara diwajibkan menjadi peserta.

Tantangan berat khususnya terkait pengumpulan iuran karena tidak ada upah tetap. ”Dikhawatirkan mereka yang bekerja di sektor informal tertinggal dalam mendapat jaminan kesehatan,” ujar Presidium Komite Aksi Jaminan Sosial Indra Munaswar, di Jakarta, Jumat (18/5).

Pekerja sektor informal diartikan pekerja mandiri, penghasilan tak tetap, dan tak terikat hubungan pekerja-majikan secara formal.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Februari 2012, jumlah pekerja informal 70 juta (62,7 persen) dari total pekerja. 

Bantuan iuran

Pada pertemuan dengan media, Selasa lalu, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, kelompok informal yang tak terkena wajib pajak akan diusulkan Kementerian Kesehatan dimasukkan sebagai penerima bantuan iuran. ”Biasanya mereka yang dekat atau hampir miskin. Bantuan iuran ini baru akan diusulkan,” ujarnya.

Kekhawatiran lain adalah biaya mengumpulkan iuran hampir sama dengan besaran iuran. ”Bisa jadi BPJS harus mempekerjakan orang dalam jumlah besar untuk mengutip iuran,” katanya.

Itu karena sistem pembayaran pajak masih belum mencakup seluruh pekerja, seperti di negara Korea atau Amerika. (INE)

 

Published by

Indah Budiarti

Indah Budiarti, bekerja untuk Public Services International (www.world-psi.org) sebagai Organising and Communication Coordinator untuk kantor Asia dan Pasifik. Dia memegang pekerjaan ini sejak bulan April 2007 sampai sekarang. Dia juga bertanggung jawab untuk kegiatan dan aktifitas pekerja muda bagi anggota organisasi ini di wilayah Asia dan Pasifik. Sebelumnya dia adalah PSI Coordinator for Indonesia mulai bulan September 1999 sampai dengan Maret 2007. Dan beliau juga merangkap sebagai Project Coordinator untuk PSI/SASK/JHL Trade Union Development Project for Indonesia 2005-2007. Dia adalah alumni Program Master Kebijakan Buruh dan Globalisasi di Global Labour University Jerman (2009/2010). Isi tulisan dari blog ini adalah tanggungjawab dia dan bukan merupakan pernyataan atau nilai dari organisasi dimana dia bekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s