Buruh Desak Jaminan Sosial

Sumber: Kompas Cetak

Surabaya, Kompas – Para buruh akan mendesak DPR agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Mereka beralasan sudah sejak lama sejumlah jaminan sosial mereka tidak pernah ada. Mereka akan turun ke jalan bertepatan dengan Hari Buruh.

Sekretaris Jenderal Komite Jaminan Sosial Jatim Jamaluddin di Surabaya, Kamis (28/4), saat memperingati Hari Buruh pada 1 Mei serikat pekerja sudah sepakat mendesak DPR agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (RUU BPJS). 

Apalagi, kata Jamaluddin, sudah hampir 5 tahun program jaminan sosial, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan pensiun, dan jaminan kematian sama sekali belum dilaksanakan. Kendatipun sudah banyak perusahaan yang mendaftarkan pekerja sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).

Pujianto dari Aliansi Perjuangan Buruh Jatim mengatakan bahwa perjuangan buruh saat ini menyangkut jaminan sosial. ”Sudah terlalu lama penantian pekerja akan pelaksanaan jaminan sosial, jadi memang harus segera diwujudkan melalui undang-undang,” katanya.

Rencananya, aktivis buruh di Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi pada Minggu dengan menggalang sekitar 10.000 orang.

Sementara itu, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Ketua Kaukus Muda Indonesia Edi Humaidi mengemukakan, peringatan Hari Buruh setiap tahun hanya terkesan seperti rutinitas di Indonesia. Setelah aksi akbar buruh berlangsung, buruh kembali dihadapkan pada persoalan standar upah minimum yang di bawah kebutuhan hidup layak.

”Posisi buruh hingga kini masih marjinal. Pemerintah tidak punya keberpihakan memperbaiki nasib buruh,” katanya.

Peningkatan harga bahan pokok, terutama beras, semakin membuat perekonomian keluarga buruh kecil terdesak. Meskipun pemerintah menaikkan upah minimum regional setiap tahun, kenaikan harga-harga dan kebutuhan hidup yang meningkat membuat daya beli buruh makin rendah.

Sementara itu, lapangan kerja yang tersedia tidak mampu menyerap pertumbuhan tenaga kerja. Industrialisasi semu menempatkan buruh dalam posisi tawar yang lemah sewaktu berhadapan dengan pemilik modal.

Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 Sumut Pahala Napitupulu, yang juga anggota presidium Dewan Buruh Sumut, mengatakan, tak ada perubahan pada kesejahteraan buruh antara kondisi saat ini dan kondisi tahun lalu saat buruh beramai-ramai turun ke jalan.

About these ads

Published by

Indah Budiarti

Indah Budiarti, bekerja untuk Public Services International (www.world-psi.org) sebagai Organising and Communication Coordinator untuk kantor Asia dan Pasifik. Dia memegang pekerjaan ini sejak bulan April 2007 sampai sekarang. Dia juga bertanggung jawab untuk kegiatan dan aktifitas pekerja muda bagi anggota organisasi ini di wilayah Asia dan Pasifik. Sebelumnya dia adalah PSI Coordinator for Indonesia mulai bulan September 1999 sampai dengan Maret 2007. Dan beliau juga merangkap sebagai Project Coordinator untuk PSI/SASK/JHL Trade Union Development Project for Indonesia 2005-2007. Dia adalah alumni Program Master Kebijakan Buruh dan Globalisasi di Global Labour University Jerman (2009/2010). Isi tulisan dari blog ini adalah tanggungjawab dia dan bukan merupakan pernyataan atau nilai dari organisasi dimana dia bekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s